BEJAT! Tes Keperawanan Pria Ini Cabuli Anak di Bawah Umur, Berdalih Kalau Perawan Akan Dinikahi

0
42
Tersangka pencabulan anak di bawah umur saat diintograsi anggota Polres Blora

SumutPress|Kriminal,-Kasus pencabulan terhadap anak masih saja marak terjadi. Meski marak pemberitaan terkait ancaman terhadap pelaku pencabulan, tak membuat pelaku untuk beriki ulang terhadap niatnya. Hal tersebut terungkap kembali saat Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Polres Blora, kembali mengungkap kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur, Kamis (11/1/2018).

Pelaku adalah Eko Yusuf Hidayat (28) seorang pemuda warga Dukuh Cangcangan RT 01/RW 03 Desa Giyanti, Kecamatan Sambong.

Dia diamankan petugas Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polres Blora, lantaran diketahui telah mencabuli seorang anak gadis, sebut saja Bunga (17), Sabtu (16/12/2017) lalu.

Belakangan diketahui tersangka Eko melakukan perbuatan pencabulan terhadap bunga sebanyak dua kali.

“Pencabulan tersebut dilakukan oleh tersangka Eko pukul 20.00 WIB, di area Hutan Turut Dukuh Cangcangan, Desa Giyanti, Kecamatan Sambong,” ungkap Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Hery Dwi Utomo, melalui Kanit PPA Polres Blora Ipda Lilik Widyastuti, Jumat (12/1/2018).

Lilik menambahkan Bunga yang ternyata masih duduk di bangku kelas 1 SMA itu, dikenal oleh tersangka Eko pertama kali lewat jejaring media sosial Facebook.

“Tersangka kenal sama Bunga pertama kalinya di Facebook dan menjalin pertemanan. Dari situ kemudian tersangka mulai melancarkan aksinya secara intens chating via massenger ke Facebook korban,” sambung Lilik.

Lilik juga mengungkapkan, modus yang digunakan tersangka untuk mengelabuhi dan merayu Bunga.

Tersangka mengaku masih berstatus bujang dan bekerja di sebuah SPBE Pertamina dengan gaji Rp 3.400.000 setiap bulannya.

Tersangka kemudian merayu korban dan berjanji menikahi korban apabila korban masih perawan.

Untuk mengetahui korban masih perawan atau tidak, maka korban perlu di tes keperawanannya dengan cara disetubuhi oleh pelaku.

“Dibawah pohon jati pencabulan itu terjadi. Dengan bujuk rayunya, tersangka Eko mulai melakukan aksinya,” ujar Lilik.

Kanit PPA menceritakan kejadian tersebut dapat terungkap ketika korban menceritakan peristiwa yang telah dialaminya itu, kepada kakak kandung korban yang bernama Dinda (20).

Dinda kemudian mengatakan perihal tersebut kepada kedua orangtuanya.

Dari informasi Dinda, kemudian Bunga ditanya oleh ibunya, dan mengakui akan perihal tersebut telah terjadi menimpa dirinya.

Tidak terima akan kejadian itu, orangtua korban kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut ke unit PPA Polres Blora.

Ditambahkan Ipda Lilik, berbekal informasi tersebut PPA Polres Blora, kemudian menindak lanjuti dengan cara memancing pelaku untuk kembali bertemu dengan korban.

“Sebelumnya kita tidak tahu alamat pelaku ini dan Medsos Facebook yang digunakan pelaku bisa saja akun palsu yang dipakai,” ungkapnya.

“Karena minim sekali informasi, kemudian pelaku kita ajak janjian bertemu lagi dengan chating melalui akun Facebook milik Bunga,” sambungnya.

Setelah bertemu Bunga, pelaku berniat mengulangi perbuatannya bejatnya tersebut.

Namun, tersangka langsung ditangkap Satuan Reskrim Kepolisian Polres Blora bersama Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Polres Blora.

“Kami sudah amankan tersangka berdasarkan laporan dari pihak keluarga korban. Polisi juga menyita barang bukti berupa 1 buah SPM Vario, 1 (stel) pakaian milik korban, 1 (stel) pakaian milik tersangka, hp merk Samsung J3 dan uang Rp 50.000,” tandasnya.(SP|Trib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here