Inilah Sosok Gordon Tobing Musisi Batak Yang Dikagumi Bung Karno

0
70
Gordon Tobing
Gordon Tobing (Istimewa)

SumutPress|Musik,- Gordon Tobing, lahir di Medan, Sumatera Utara, 25 Agustus 1925, penyanyi lagu-lagu daerah yang mempunyai suara emas. Tidak pernah mendapat pendidikan musik secara formal dan sangat piawai menyanyikan lagu rakyat Batak. Gordon merupakan seorang yang berjasa memperkenalkan lagu daerah Batak ke seantero dunia.

Gordon telah memopulerkan lagu-lagu rakyat Batak ke seantero dunia. Kepiawaian menyanyikan lagu rakyat Batak (Tapanuli) telah menggetarkan jutaan orang di puluhan negara di lima benua yang telah disinggahinya. Puluhan kepala negara telah menyambutnya dengan apresiasi yang amat berkesan.

Bersama isterinya Theresia Hutabarat, Gordon mengusung vokal grupnya menjelajah mancanegara. Beberapa MC (master of ceremony) yang sudah punya nama waktu itu seperti Koes Hendratmo dan Hakim Tobing sempat ikut bergabung dalam VG “Impola”. Gordon tidak beranjak dari jalur musik rakyat. Ia tetap bercokol di blantika musik country. Gordon mampu tarik suara dengan warna seriosa, pop, mau pun country.

Sebagai penyanyi lagu rakyat, salah satu lagu yang kerap dinyanyikan Gordon adalah A Sing Sing So, ciptaan Boni Siahaan. Lagu itu pada 1960 an menjadi lagu Batak terkenal di Amerika. Bahkan karena warna vokalnya yang sanggup melengking tinggi beberapa oktaf, Gordon pernah dijuluki Mario Lanza dari Indonesia. Gordon pernah berkata “ saya bisa menyanyikan banyak lagu rakyat dari berbagai Negara, hanya lagu Arab yang saya tak bisa”.

Pada 1953 Gordon berangkat ke Moskow untuk suatu acara hiburan rakyat, disusul kunjungannya ke RRC pada 1961 mendahului kunjungan Presiden Soekarno. Saat mendarat di bandara, Bung Karno terkesima mendengar Gordon Tobing menyanyikan lagu ASSS, dan beberapa lagu Batak lainnya.

Presiden RI pertama itu heran, bertanya pada ajudannya :”Siapa yang menyanyikan lagu Batak di sini?”. Setelah ajudan mengecek, dan melapor ke presiden, spontan presiden berkomentar “ Luar biasa itu, dengan lagu Batak bisa sampai di sini”. Sejak itulah Gordon dengan VG Impolanya beberapa kali diundang ke istana untuk mengisi acara hiburan.

Kini Gordon dan Impola tinggal kenangan. Gordon Tobing meninggal dunia tanggap 13 Januari 1993 setelah mempersembahkan suara emasnya untuk masyarakat dan Negara. Berbagai penghargaan telah diterimanya, baik yang berskala nasional mau pun internasional. Antara lain dari Vietnam, Australia, Kuba, Jerman, Kamboja, dan Cina.

Malah Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser dan Presiden Fidel Castro dari Kuba pernah memberi hadiah gitar untuk Gordon, setelah melihat kepiawaiannya memetik tali gitar.

Terakhir kaisar Jepang menganugerahkan bintang tanda jasa The Order of The Sacred Treasure dan Golden Silver Rays kepada Gordon Tobing karena Gordon dianggap turut berperan meningkatkan hubungan persahabatan Indonesia-Jepang.

Setelah Gordon Tobing tiada, blantika musik rakyat Batak kini menantikan kehadiran Gordon yang baru, yang diharapkan mampu menyetarai kaliber Gordon semasa hidupnya.(Kp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here